Friday, February 14, 2025

Bulan Tanggung Tak Berhuma ; Kepada Para Penuai Bulir Peradaban di Talang Parit

 Bulan Tanggung Tak Berhuma


Kepada para penuai bulir peradaban di Talang Parit ; 


Sebuah Puisi Kolaboratif antara Raudal Tanjung Banua dan Andiko Sutan Mancayo


Bulan molek di atas Molek

pucuk-pucuk sawit menggores langit

Dan langit terluka, seperti bumi terluka

ladang padi  hilang, dihempas angin musim

Indragiri yang menggenang, membanjiri

Perempuan-perempuan menuai padi dalam genangan air sepinggang

Sambil mengelus butiran hampa

Sisa burung-burung dan pianggang

"Mananggung!" kata mereka setengah murung

Setengah lagi pasrah kepada untung

akankan sawit akan berbuah, dan karet akan menerbit getah

sebab tipu telah berhabis masa

terpalun sumpah akan diujung kata

Wahai....orang lalu telah mengalih pematang keladang

entah dimana lagi akan berhuma

dan penyair yang sendu itu, masih saja bersembunyi dibalik kata


Whatsapp Air Molek dan Batam 24 Februari 2024


Ada Masa Dimana Pulang

 

Ada Masa Dimana Pulang


Ada masa dimana pulang
Berarti ke kenangan,
dimana lengang teronggok
di pusara

Hanya pokok puding yang ditancapkan
ketika pisah teramat akrab
dan masa telah menua di pokoknya.

Sulur-sulur semak menjulur, 
Itulah rantai segala kisah yang terlewat,
kitalah orang-orang masa lalu,
berusaha pulang pada sesuatu
yang tak terganti, tak akan berulang.

Takbir berkumandang laksana meratap
akan jalan teramat panjang, telah terbilang,
sementara waktu terus mendengus ke ujung,
dimana keluh kesah akan menghempas
akan makna rantau,
dan langkah yang terus jauh.

Kemana masa kecil dan remaja,
sepenuh harap menanti hari raya,
selain hilang dipalun dewasa,

Ada masa dimana pulang
Pada akhirnya, pulang kepada Takbir itu sendiri
Tiada segala nisbat akan kampung halaman
Pada masa yang tak akan terulang.

Tepian Ombak Yang Berdebut, Selat Singapura

29 Ramadhan 1445 H, 9 April 2024 M

Andiko Sutan Mancayo

Bulan Tanggung Tak Berhuma ; Kepada Para Penuai Bulir Peradaban di Talang Parit

 Bulan Tanggung Tak Berhuma Kepada para penuai bulir peradaban di Talang Parit ;  Sebuah Puisi Kolaboratif antara Raudal Tanjung Banua dan A...