Bulan Tanggung Tak Berhuma
Kepada para penuai bulir peradaban di Talang Parit ;
Sebuah Puisi Kolaboratif antara Raudal Tanjung Banua dan Andiko Sutan Mancayo
Bulan molek di atas Molek
pucuk-pucuk sawit menggores langit
Dan langit terluka, seperti bumi terluka
ladang padi hilang, dihempas angin musim
Indragiri yang menggenang, membanjiri
Perempuan-perempuan menuai padi dalam genangan air sepinggang
Sambil mengelus butiran hampa
Sisa burung-burung dan pianggang
"Mananggung!" kata mereka setengah murung
Setengah lagi pasrah kepada untung
akankan sawit akan berbuah, dan karet akan menerbit getah
sebab tipu telah berhabis masa
terpalun sumpah akan diujung kata
Wahai....orang lalu telah mengalih pematang keladang
entah dimana lagi akan berhuma
dan penyair yang sendu itu, masih saja bersembunyi dibalik kata
Whatsapp Air Molek dan Batam 24 Februari 2024