Friday, February 14, 2025

Bulan Tanggung Tak Berhuma ; Kepada Para Penuai Bulir Peradaban di Talang Parit

 Bulan Tanggung Tak Berhuma


Kepada para penuai bulir peradaban di Talang Parit ; 


Sebuah Puisi Kolaboratif antara Raudal Tanjung Banua dan Andiko Sutan Mancayo


Bulan molek di atas Molek

pucuk-pucuk sawit menggores langit

Dan langit terluka, seperti bumi terluka

ladang padi  hilang, dihempas angin musim

Indragiri yang menggenang, membanjiri

Perempuan-perempuan menuai padi dalam genangan air sepinggang

Sambil mengelus butiran hampa

Sisa burung-burung dan pianggang

"Mananggung!" kata mereka setengah murung

Setengah lagi pasrah kepada untung

akankan sawit akan berbuah, dan karet akan menerbit getah

sebab tipu telah berhabis masa

terpalun sumpah akan diujung kata

Wahai....orang lalu telah mengalih pematang keladang

entah dimana lagi akan berhuma

dan penyair yang sendu itu, masih saja bersembunyi dibalik kata


Whatsapp Air Molek dan Batam 24 Februari 2024


No comments:

Bulan Tanggung Tak Berhuma ; Kepada Para Penuai Bulir Peradaban di Talang Parit

 Bulan Tanggung Tak Berhuma Kepada para penuai bulir peradaban di Talang Parit ;  Sebuah Puisi Kolaboratif antara Raudal Tanjung Banua dan A...